by : alimoel
Menghadapi Pemilihan Walikota / Wakil Walikota pada tanggal 21 Maret 2013 PKS Kota Bandung mengadakan pertemuan besar struktur DPC dan DPRa se Kota Bandung. Acara yang direncanakan mulai pukul 9.30 WIB hingga sore hari.
Dimulai dengan taujih singkat kemudian dilanjut pemaparan strategi pemenangan oleh Ustz. Ridho Budiman. Beliau memberi tips bagaimana kita meraih kemenangan dengan mencontoh kesuksesan didaerah-daerah lainnya. Bagaimana kita memetakan basis-basis massa yang potensial mendukung pemenangan Pilwalkot ini.
Pembicara selanjutnya adalah Ridwan Kamil, yang diusung oleh PKS untuk menjadi Walikota Bandung. Beliau menjelaskan bahwa beberapa Kota Bandung semisal Bimbo dan Hudaya telah menyatakan bersedia mendukung pasangan RIDO (Ridwan Kamil - Oded MD). Saat ini Kang Emil (demikian Ridwan Kamil biasa disapa) menjelaskan saat ini beberapa Masjid siap untuk direnovasi yang akan didesain oleh beliau sendiri sesuai semangat RIDO yang inovatif dan semangat muda Kota Bandung.
Kang Emil mengatakan saat mendapatkan penghargaan Urban Award di Philadelphia beberapa bulan yang lalu mendapat penjelasan dari direktur pemberi pehargaan tersebut bahwa alasan memberi penghargaan kepada beliau adalah melihat semangat kota Bandung yang kekeluargaan dan inovatif. Oleh karena itu kita sebagai orang Bandung harus menjadi Bandung Juara, yang juara dalam inovasinya maupun juara dalam hal lainnya.
Pembicara selanjutnya Kang Oded, kalau di PKS sendiri lebih biasa disebut Mang Oded untuk panggilan pada Oded MD. Diawal sambutan beliau sangat terharu hingga menitikkan air mata, melihat keteguhan kader PKS yang selalu siap sedia untuk menyambut amanah da'wah. Perjalanan hidup Kang Oded yang meniti dari bawah mulai dari tukang jagung, tukang beras kemudian sekarang sukses bisnis es krim adalah bukti bahwa beliau dekat dan memahami bagaimana kerasnya hidup di Kota Bandung.
Dimulai dengan taujih singkat kemudian dilanjut pemaparan strategi pemenangan oleh Ustz. Ridho Budiman. Beliau memberi tips bagaimana kita meraih kemenangan dengan mencontoh kesuksesan didaerah-daerah lainnya. Bagaimana kita memetakan basis-basis massa yang potensial mendukung pemenangan Pilwalkot ini.
Pembicara selanjutnya adalah Ridwan Kamil, yang diusung oleh PKS untuk menjadi Walikota Bandung. Beliau menjelaskan bahwa beberapa Kota Bandung semisal Bimbo dan Hudaya telah menyatakan bersedia mendukung pasangan RIDO (Ridwan Kamil - Oded MD). Saat ini Kang Emil (demikian Ridwan Kamil biasa disapa) menjelaskan saat ini beberapa Masjid siap untuk direnovasi yang akan didesain oleh beliau sendiri sesuai semangat RIDO yang inovatif dan semangat muda Kota Bandung.
Kang Emil mengatakan saat mendapatkan penghargaan Urban Award di Philadelphia beberapa bulan yang lalu mendapat penjelasan dari direktur pemberi pehargaan tersebut bahwa alasan memberi penghargaan kepada beliau adalah melihat semangat kota Bandung yang kekeluargaan dan inovatif. Oleh karena itu kita sebagai orang Bandung harus menjadi Bandung Juara, yang juara dalam inovasinya maupun juara dalam hal lainnya.
Pembicara selanjutnya Kang Oded, kalau di PKS sendiri lebih biasa disebut Mang Oded untuk panggilan pada Oded MD. Diawal sambutan beliau sangat terharu hingga menitikkan air mata, melihat keteguhan kader PKS yang selalu siap sedia untuk menyambut amanah da'wah. Perjalanan hidup Kang Oded yang meniti dari bawah mulai dari tukang jagung, tukang beras kemudian sekarang sukses bisnis es krim adalah bukti bahwa beliau dekat dan memahami bagaimana kerasnya hidup di Kota Bandung.
by : alimoel
Bismillah..Ada sepasang suami isteri, dimana sang isteri adalah wanita yang sangat amat cantik tanpa cacat
sedikit pun Dan suaminya sangat Mencintai, begitu juga isterinya.
Di hari² itu, sedang maraknya tersebar penyakit kulit yang akibatnya merusak keindahan kulit & sang isteri merasa dirinya
tertular Wajahnya pun mulai hancur digerogoti penyakit pada saat itu sang suami sedang berada diluar & blm mengetahui bahwa isterinya terserang Penyakit kulit tsb.
Dalam perjalanan pulang, sang suami mengalami kecelakaan yg akibatnya suami menjadi buta.
Dari hari ke hari....
sang isteri yg pada mulanya bidadari berubah menjadi wanita yang amat jelek & meyeramkan namun sang suami tak bisa
melihat & kehidupan merekapun berjalan seperti biasa dg penuh kasih sayang & cinta seperti awal mereka menikah. Berjalan 40 th sang isteri meninggal & sang suami sangat bersedih & merasa kehilangan sekali.
Dipemakaman sang suami orang terakhir yg keluar dari pemakaman sang isteri.
Ketika berjalan, datanglah seorang menyapa, "pak, bpk Mau kemana???
Jawab sang suami," saya Mau pulang"
Mendengar jawban tsb, orang tsb bersedih dgn keadaan sang suami buta & sendiri.
Lalu orang tersebut berkata..,
"bukankah bpk buta & selalu bergandeng'an dengan sang isteri? Gimana sekarang bapak mau pulang sendiri ?
Jawab sang suami
"sebenarnya saya tidak buta, selama 40 tahun saya hanya berpura² buta agar isteri saya tidak minder atau rendah diri, kalau saya mengetahui bahwa dia sakit &
wajahnya berubah menjadi menakutkan"
SubhanAllah, sungguh cinta yg berlandaskan karena Allah.
PESAN MORAL:
Terima pasangan (suami / istri) kita apa adanya dg segala kekurangan & kelebihannya karena kita bukan mencari orang yg sempurna tetapi bagaimana Mencintai pasangan Kita dgn cara yg sempurna dalam situasi & kondisi apapun... "itulah cinta yg sempurna".
Bismillah..Ada sepasang suami isteri, dimana sang isteri adalah wanita yang sangat amat cantik tanpa cacat
sedikit pun Dan suaminya sangat Mencintai, begitu juga isterinya.
Di hari² itu, sedang maraknya tersebar penyakit kulit yang akibatnya merusak keindahan kulit & sang isteri merasa dirinya
tertular Wajahnya pun mulai hancur digerogoti penyakit pada saat itu sang suami sedang berada diluar & blm mengetahui bahwa isterinya terserang Penyakit kulit tsb.
Dalam perjalanan pulang, sang suami mengalami kecelakaan yg akibatnya suami menjadi buta.
Dari hari ke hari....
sang isteri yg pada mulanya bidadari berubah menjadi wanita yang amat jelek & meyeramkan namun sang suami tak bisa
melihat & kehidupan merekapun berjalan seperti biasa dg penuh kasih sayang & cinta seperti awal mereka menikah. Berjalan 40 th sang isteri meninggal & sang suami sangat bersedih & merasa kehilangan sekali.
Dipemakaman sang suami orang terakhir yg keluar dari pemakaman sang isteri.
Ketika berjalan, datanglah seorang menyapa, "pak, bpk Mau kemana???
Jawab sang suami," saya Mau pulang"
Mendengar jawban tsb, orang tsb bersedih dgn keadaan sang suami buta & sendiri.
Lalu orang tersebut berkata..,
"bukankah bpk buta & selalu bergandeng'an dengan sang isteri? Gimana sekarang bapak mau pulang sendiri ?
Jawab sang suami
"sebenarnya saya tidak buta, selama 40 tahun saya hanya berpura² buta agar isteri saya tidak minder atau rendah diri, kalau saya mengetahui bahwa dia sakit &
wajahnya berubah menjadi menakutkan"
SubhanAllah, sungguh cinta yg berlandaskan karena Allah.
PESAN MORAL:
Terima pasangan (suami / istri) kita apa adanya dg segala kekurangan & kelebihannya karena kita bukan mencari orang yg sempurna tetapi bagaimana Mencintai pasangan Kita dgn cara yg sempurna dalam situasi & kondisi apapun... "itulah cinta yg sempurna".
by : alimoel
1. Mari kita perbanyak do'a, "hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wa niman nashir". Insya Allah ada hikmah dibalik ini semua.#Musibah
2. Kita ini ibarat sedang mendaki gunung yg tinggi. Di depan kita, puncak gunung kian dekat. Mungkin kita sdh separo jalan. #Musibah
3. Saat kita berjalan berat, menanjak... Sekonyong angin menghempas tubuh kita dgn kencang. Reaksi dari kita beragam hadapi angin. #Musibah
4. Hantaman angin itu begitu keras dirasakan dibagian dada dan kepala yg melindungi jantung kita. Bahkan spt menyedot tubuh kita.#Musibah
5. Mereka ingin gagalkan perjalanan dakwah menuju puncak dgn 2 hantaman sekaligus! Suap (korupsi) dan wanita agar dakwah ambruk. #Musibah
6. Sebagian kita begitu kokoh dan terus maju menerjang badai yg menghantam. "Ayo dakwah ini tak boleh padam dan ambruk!". #Musibah
7. Mungkin juga ada yg terdiam kaget, ada yg terhuyung2 nyaris jatuh, tak sedikit yg terguncang dihantam badai tiba2 & kencang. #Musibah
8. Bahkan mungkin saja ada yg hendak berbalik badan membatalkan perjalanan menuju puncak bersama kafilah dakwah ini. Sunnatullah #Musibah
9. Wahai Saudaraku! Tengoklah ke belakang, jauh nian jalan yg sdh kita lalui yg penuh onak dan duri. Akankah kita berbalik turun? #Musibah
10. Tidak Saudaraku! Kita jangan patah semangat dan tetap fokus krn kita punya tugas mengibarkan panji dakwah ini di puncak dunia. #Musibah
11. Soal fitnah moralitas (suap dan wanita), mengapa tiba2 kita hilang kepercayaan thd saudaramu. Berhusnuzonlah Saudaraku! #Musibah
12. Setiap hari kita digoda oleh banyak maksiat, dan selama itu kita tolak. Lantas mengapa kali ini hrs hilang rasa percaya?#Musibah
13. Jangan pernah pedulikan teriakan2 penonton, pendengki, atau siapapun yg tdk rela Panji Dakwah ini mencapai puncak sana. #Musibah
14. Jangan pula kita bergeser ke pinggir gelanggang mjd penonton yg ikut teriak, bahkan lbh lantang dan keras. #Musibah
15. Lebih baik kita obati luka2 kita akibat terkena badai, kita rengkuh kawan di kiri-kanan, depan-belakang agar sama2 bangkit. #Musibah
16. Kita bagikan perbekalan2 yg tersisa agar semua kuat berjalan. Kita kibarkan panji dakwah ini di puncak dunia Saudaraku! #Musibah
17. Yakinlah! Pimpinan kafilah dakwah tdk pernah berkhianat, bahkan terbersit pun tidak. Semua itu hanyalah fitnah para pendengki! #Musibah
18. Mereka berusaha mengolok-olok kita lbh keras lagi. Tapi biarkanlah! That's Nothing 4 us. Kita yakin Allah SWT lbh hati kita. #Musibah
19. Tugas kita mengantarkan kafilah dakwah ini hingga ke puncak. Ajak yg belum ikut masuk barisan. Bangkitah! #Musibah
20. Yg membuat kita terlempar atau tidak dari gelanggang adl kita sendiri, bukan pengamat apalagi pendengki. Jangalah kita lembek! #Musibah
by : alimoel
Tak banyak orang yang mengenal Aminah Assilmi. Ia adalah Presiden Internasional Union of Muslim Women yang telah meninggal dunia pada 6 Maret 2010, dalam sebuah kecelakaan mobil di Newport, Tennesse, Amerika Serikat.
Perjalanannya menuju Islam cukup unik. Perjalanan yang patut dikenang. Semuanya berawal dari kesalahan kecil sebuah komputer. Mulanya, ia adalah seorang gadis jemaat Southern Baptist – aliran gereja Protestan terbesar di AS, seorang feminis radikal, dan jurnalis penyiaran.
Baca selengkapnya »
via Islam Itu Baik http://islamitubaik.blogspot.com/2012/12/kisah-mengharukan-islamnya-aminah.html
Tak banyak orang yang mengenal Aminah Assilmi. Ia adalah Presiden Internasional Union of Muslim Women yang telah meninggal dunia pada 6 Maret 2010, dalam sebuah kecelakaan mobil di Newport, Tennesse, Amerika Serikat.
Perjalanannya menuju Islam cukup unik. Perjalanan yang patut dikenang. Semuanya berawal dari kesalahan kecil sebuah komputer. Mulanya, ia adalah seorang gadis jemaat Southern Baptist – aliran gereja Protestan terbesar di AS, seorang feminis radikal, dan jurnalis penyiaran.
Baca selengkapnya »
via Islam Itu Baik http://islamitubaik.blogspot.com/2012/12/kisah-mengharukan-islamnya-aminah.html
by : alimoel
Nugroho Adinegoro
@kang_nugo
| Media Communication Consultant
Bandung
___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Nugroho Adinegoro
@kang_nugo
| Media Communication Consultant
Bandung
- Terkadang merubah frame perjuangan dawah itu membenturkan garis haroki dgn garis ukhuwah islamiyah yg hrsnya tertali.. #frame
- Apakah ada sebuah negara yg telah menerapkan sistem ekonomi, peradilan, politik yg sdh mencapai tingkat yg meyakinkan?
- Apakah pengagungan sistem kita baik politik, ekonomi Islam, dll sdh mencapai tgkt yg menjanjikan saat ini?
- Pertanyaan sederhana memang. Tetepi itulah "lubang besar" yang menganga ketika kita mengkomunikasikan Islam pd masyarakat.
- Kita menjelaskan keunggulan ideologi, konsep khilafah, dari starting point yg abstrak, smntara masy.mngharapkan contoh aplikasi yg nyata.
- Kita bangga akan keunggulan di dunia maya spiritual, masyarakat justru terpesona kepada yg unggul didunia empiris.
- Sadarkah, kita ketika kita menjelaskan kehebatan Islam dimasa lalu, masyarakat menyaksikan keterpurukan kita saat ini.
- Ketika kita berupaya menjelaskan kebenaran Islam, masyarakat justru menantikan kehebatan kaum Muslimin dlm berperan.
- Sementara kita menjelaskan teori, mereka kompetitor kita memahami teori lebih baik melalui contoh kasus.
- Mari pahami cermin realitas, kebanyakan org belajar scara visual, tp kita penggerak dakwah berkomunikasi secara abstrak ttg Islam.
- Itu hanya cth sederhana, tapi menjelaskan mengapa gerakan dakwah belum mampu membus pusaran logika massa,penetrasi jaringan pemikiran, sospol..
- Sudah seharusnya gerakan dakwah mampu mengubah, memobilisasi dan mengendalikan massa.
- Ditingkat opini publik, Islam dan gerakan dakwah dgn mudah diisolasi tanpa pembelaan spontanitas dr masyarakat.
- Masyarakat jg sptnya saat ini blm begitu percaya dgn kemampuan gerakan dakwah beserta para pemimpinnya mengelola negara.
- Potensi2 keunggulan kader islam memimpin negeri tak diragukan, banyak kader Islam yg unggul dan mampu mengelola system. tapi msh sgt kecil.
- Scara kseluruhan, Islam & gerakan dakwah belum memegang peranan kunci dlm pembentukan kesadaran publik. perlu kerja extra.
- Padahal pembentukan kesadaran publik trhdp Islam adlh kondisi pendahuluan yg mutlak dlm perjalanan menuju kekuasaan.
- Rendahnya tgkt penerimaan publik dan kapasitas serta citra kita, sbenarnya adalah realitas yg berakar pd cara kita berpikir.
- Pikiran adalah cermin besar yang memantulkan potret realitas kita secara apa adanya.
- Pikiran adlh ruang kemungkinan (space of possibility) dan realitas adlh ruang tindakan yg telah jd nyata (space of action).
- Seluruh realitas kita hanya bergerak pada ruang kemungkinan itu. Makin bsr ruang kemungkinannuya, makin besar ruang realitasnya
- Maka, realitas kita hari ini, sesungguhnya merupakan buah dari benih pikiran kita yang telah kita tanam bertahun2 yang lalu.
- Mencermati konflik dgn penguasa yg mewarnai gerakan dakwah, realitas berakar dr kumpulan persepsi harokah ttg penguasa sbg kumpulan thagut.
- Begitu persepsi 'thagut' ini menguasai pikiran harokah, sense of war lgsg menyalakan alarm perang ketika berhadapan dgn penguasa.
- Misalnya lagi, fenomena ekslusifnya aktifis dakwah. Fenomena ini berakar dr persepsi bhwa masyarakat kita hidup dlm kubangan jahiliyah modern.
- Begitu seseorang melekatkan diri sbg aktivis dakwah, sgera saja ia merasakan superioritas spiritual & moral, & menemukan tembok pemisah.
- Keterbatasan dana juga bagian dari ironi besar yang membatasi ruang gerak dakwah kita.
- Pikiran kita selalu terfokus pd bgmn menyiasati keterbatasn dana, bukan bgmn menciptakan kelimpahan.
- Jika #frame keterbatasan slalu menghiasi kehidupan dakwah kita, maka selamanya keterbatasan akan menjadi realitas kita.
- Maka kita perlu sepakat, bahwa tindakan kita muncul sbg buah dari benih2 pikiran kita.
- Jadi pikiran adlh pusat kekuatan yang mengendalikan tindakan2 dan menciptakan realitas2 kita. Dakwah jg begitu.
- Sudah saatnya gerakan dakwah memikirkan kembali caranya berpikir, memikirkan kembali apa yg slama ini dipikirkan.
- Generasi pertama pemikir dakwah spt Hasan Al Banna, Sayyid Qutb memfokuskan pd pembangunan ideologi..
- Generasi kedua spt Syeikh Yusuf Qardhawian Fathi Yakan dll memfokuskan perhatian membangun kerangka pemikiran pergerakan.
- Ketika gerakan dakwah masuk di era keterbukaan, bermain di domain publik, persoalan terbesar adalah sumber daya.
- Ini persoalan yang dihadapi hampir diseluruh gerakan Islam di dunia. Yang perlahan menunjukkan diri dr eksistensi pembelajaran.
- Dgn menggunakan cermin realitas, persoalan sumberdaya muncul krn pusat perhatian kita belum bergeser ke tema bsr generasi ke1 ke gnerasi ke-2.
- Kita mungkin masih fokus bicara ideologi, blm sumberdaya. Kita msh bcara sistem pemerintahan Islam, Khilafah, dsb. Tp tak bicara kompetensi umat.
- Kita bicara sistem Islam is solution, belum bicara agenda aksi penyelesaian persoalan bangsa.
- Kita masih bicara kegagalan musuh dan belum bicara kesuksesan2 kita secara keseluruhan.
- Dakwah Kita masih bicara ghawzul fikri dan belum bicara strategi kebudayaan.
- Dakwah kita masih bicara konspirasi asing dan belum memikirkan sistem pertahanan dakwah.
- Kita masih bicara ikhtilaf belum bicara management organisasi yang kokoh.
- Dakwah kita masih bicara kterbatasan dana, belum bicara cara menciptakan kelimpahan dana.
- Dan dakwah kita masih bicara apa yg kita inginkan dan belum bicara sumber daya yang diperlukan dlm mencapainya.
- Selama pusat perhatian kita belum bergeser ke masalah penciptaan sumberdaya berkualitas, maka slama itu dakwah akan mengalami kemunduran.
- Ini hanya konsekuensi antara ketidakseimbangan, beban dan daya pikul. tampak tua & lelah, tertatih2 memikul beban obsesi khilafah yg terasa jauh.
- Kita patut bersyukur para pendiri ideologi dakwah telah meletakkan ideologi yang kokoh bagi umat.
- Mereka telah merampungkan tugas mereka dgn sempurna sbg batu tapal kokoh kebangkitan umat.
- Para pemikir pergerakan, juga telah membangun kerangka pemikiran gerakan bg pertumbuhan gerakan dakwah menuju kematangan.
- Generasi ke dua spt Yusuf Qardhawi, Fathi Yakan jg telah menjalankan tugas dgn sempurna membangun kerangka pemikiran dan pertumbuhan.
- Nah, skrg tugas kita sbg generasi ketiga dakwah untuk membawa bendera, menunaikan tugas sejarah mereka. Generasi pencipta sumber daya.
- Biarlah ditangan kita kebenaran menjadi nyata, dibumi Allah kita menyatu dengan kekuatan membangun Islam.
- Sekian sarapan kultuit pagi ni. Mudah2n ghirah dakwah semakin memuncak, memberi harapan & masa depan cerah bagi umat khususnya Indonesia :)
___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
by : alimoel
Oleh Salim A. Fillah
@salimafillah
1. Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi'an (kristolog Jogja -red); "Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak."
2. Wasi'an: "Kalian mengimani Musa, juga 'Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama; Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda."
3. Wasi'an: "Kalian imani Taurat, Zabur, & Injil. Kamipun demikian. Tambahkan Al Quran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan."
4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati & dekat pada kami; sementara Yahudi & musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82).
5. Tapi mungkin memang sudah tabiat 'aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120).
6. Bagaimanapun, selama kita tak saling memerangi & usir-mengusir tersebab iman, tak terlarang kita saling berkebajikan. (QS 60: 8).
7. Maka inilah kita mencari titik singgung iman demi kebersamaan; itulah pengakuan ke-Ilahi-an Allah tanpa persekutuan. (QS 3: 64).
8. Tetapi kami insyafi sepenuhnya, yakin di dada tak bisa dipaksakan. Kami hormati segala nan tak bisa dipertemukan. (QS 109: 6).
9. Dalam keberbedaan itu, izinkan kami tetap mencintai 'Isa & Maryam, meski kami tak bisa memohon kalian mentakjubi Muhammad.
10. Izinkan jua kami, membaca dengan berkaca-kaca betapa indah Surat dalam Quran yang berjudul Maryam. Gadis tersuci sepanjang zaman.
11. Najasyi Habasyah & Uskup-uskupnya, juga para Patriarkh Najran menitikkan airmata, dibacakan Surat Maryam. Berkenankah kalian jua?
12. Ini sungguh bukti bahwa Allah, Nabi, & Al Quran kami mengajarkan pemuliaan nan mengharukan pada Maryam & 'Isa yang tiada duanya.
13. Termuliakanlah 'Isa dengan penciptaan & kelahiran nan ajaib yang bagi kami begitu agung sebagaimana penciptaan Adam. (QS 3: 59).
14. Termulialah 'Isa nan bicara dalam buaian. Salam sejahtera baginya di saat lahir, kelak diwafatkan, & nantinya dibangkitkan. (QS 19: 33)
15. Saudara Nasrani terkasih; kami mencintai 'Isa, Nabi & RasulNya. Ruh & kalimatNya, yang ditiup-tumbuhkan dalam rahim suci Maryam.
16. #Natal ini, kalian rayakan kelahiran 'Isa yang agung; tapi bagi kami tanggal 25 Desembernya agak membuat terkerut dahi bertanya-tanya.
17. Sebab Maryam nan sungguh berat ujiannya itu bersalin di saat kurma masak penuh tandannya. Kemungkinan itu Maret, bukan Desember.
18. Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah ditulis para Sejarawan, 25 Des itu hari kelahiran Janus & Mitra, Dewa Matahari.
19. Sungguhpun ingin rasanya syukuri lahirnya Rasul Ulul 'Azmi nan teguh hati; 'Isa, agak tak nyaman hati kami dengan hari pagan ini.
20. Sayangnya, hampir seluruh gereja sudah menyepakatinya, sampai seorang Sejarawan memelesetkan 'Son of God' sebagai 'Sun of God'.
21. Itulah awal-awal yang membuat kami berat hati untuk ucapkan Salam Natal. Ini harinya Janus & Mitra. Bukan harinya 'Isa, kawan terkasih.
22. Tentu tradisi ribuan tahun dengan salju & cemara, pohon sesembahan pagan Eropa itu tak bisa kami paksa untuk diubahkan seenaknya.
23. Tinggal kini, dalam hasrat hati tuk membalas penghormatan yang kalian berikan di 'Idul Fitri & Adhha, kami kan simak para 'ulama.
24. Sungguh, agama ini memerintahkan untuk membalas tiap pemuliaan dengan penghargaan yang lebih baik, minimal senilainya. (QS 4: 86)
25. Yang disepakati para 'ulama atas keharamannya adalah keterlibatan dalam segala yang bernilai ritual & ibadah. Pun jua Fatwa MUI.
26. Jika keterlibatan dalam kegiatan Natal nan bersifat ibadah & ritual disepakati haramnya, para 'ulama ikhtilaf pada soal ucapan selamat.
27. Yang membolehi selamat Natal al Dr. Musthafa Az Zarqa, Dr. Yusuf Al Qaradlawy; menyebut tahniah tak terkait dengan ridha atas 'aqidah.
28. Tahniah Natal, kata keduanya; bisa menjadi da'wah sebagaimana Ibrahim bicara tentang tertuhannya bintang, bulan, mentari. (QS 6: 77-83)
29. Oh iya, QS 6: 77-83 TIDAK berkisah tentang 'Ibrahim Mencari Tuhan', tapi 'Ibrahim Berda'wah', demikian ditegaskan Al Qurthuby.
30. Maka tahni-ah Natal yang diikuti komunikasi intensif sebagaimana dilakukan Ibrahim pada penyembah bintang, bulan, mentari adalah indah.
31. Dr. Abdussattar memberi catatan kemubahan tahni-ah Natal ini dengan kehati-hatian memilih diksi. Doa menuju hidayah lebih dianjurkan.
32. Adapun Al 'Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA (Kerajaan Saudi Arabia), dll cenderung mengharamkan tahni-ah Natal tersebab hal itu sama dengan meridhai 'aqidah keliru.
33. Jadi ikhtilaf 'Ulama terkait tahni-ah Natal ini ada di ranah pemaknaan kalimat ucapan tersebut. Masing-masingnya lalu mengajukan dalil.
34. Ulamapun berfatwa sesuai konteks di seputarnya, tentu ada perbedaan lingkungan sosial nan melatarbelakangi fatwa nan tak sama.
35. Lajnah Fatwa KSA & Al Utsaimin menjawab di negeri yang nyaris tiada Nasrani. Al Qaradlawy&Az Zarqa berfatwa tuk masyarakat majemuk.
36. Bagaimana sikap atas beda fatwa ucapan Natal? Kata Asy-Syafi'i, Al Khuruj minal Ikhtilaafi Mustahabb: keluar dari selisih itu disukai.
37. Dengan jernih hati & mengukur kapasitas diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-duanya. Ada keadaan-keadaan yang harus dicermati.
38. Ikhtilaf ahli ilmu insyaaLlah menjadi kemudahan bagi kita untuk beramal yang tak sekedar benar, melainkan juga tepat & cerdas.
39. Akan ada yang menghajatkan fatwa Al Qaradlawy & Az Zarqa, al; di wilayah muslim minoritas, keluarga majemuk nan erat hubungan dll .
40. Akan ada juga yang hajatkan fatwa Al 'Utsaimin pada posisi memelihara 'izzah agama. Misalnya Raja KSA sebagai Khadimul Haramain.
41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN mengamalkan pendapat kami atau tidak. Melainkan mengetahui bagaimana kami menetapkannya.
42. Dan adalah dosa; mengatasnamakan 'ulama tuk haramkan sesuatu; padahal mereka tidak; cermati misalnya Fatwa MUI ini: http://media.isnet.org/antar/etc/NatalMUI1981.html
43. Mengamalkan atau tak mengamalkan; jauh lebih ringan dari soal menghalalkan & mengharamkan; karena ia adalah haq Pembuat Syari'at.
44. Sebab itu; para 'Ulama mengistilahkan beda pendapat Fiqh dalam dimensi SHAWAB (tepat) & KHATHA' (keliru), bukannya HAQ & BATHIL.
45. Maka dengan ilmu memadai, mari beramal terbaik bagi iman kita pada Allah, bagi misi kita sebagai ummat terbaik di tengah manusia.
46. Demikian bincang Natal. Semoga tak kecewa karena jawabnya tak satu. Sebab Salim, terlalu bodoh untuk lancang mentarjih ikhtilaf Ulama;)
*sumber: http://www.donasidakwah.com/2011/12/kultwit-ustadz-salim-fillah-tentang.html?m=1
___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Oleh Salim A. Fillah
@salimafillah
1. Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi'an (kristolog Jogja -red); "Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak."
2. Wasi'an: "Kalian mengimani Musa, juga 'Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama; Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda."
3. Wasi'an: "Kalian imani Taurat, Zabur, & Injil. Kamipun demikian. Tambahkan Al Quran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan."
4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati & dekat pada kami; sementara Yahudi & musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82).
5. Tapi mungkin memang sudah tabiat 'aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120).
6. Bagaimanapun, selama kita tak saling memerangi & usir-mengusir tersebab iman, tak terlarang kita saling berkebajikan. (QS 60: 8).
7. Maka inilah kita mencari titik singgung iman demi kebersamaan; itulah pengakuan ke-Ilahi-an Allah tanpa persekutuan. (QS 3: 64).
8. Tetapi kami insyafi sepenuhnya, yakin di dada tak bisa dipaksakan. Kami hormati segala nan tak bisa dipertemukan. (QS 109: 6).
9. Dalam keberbedaan itu, izinkan kami tetap mencintai 'Isa & Maryam, meski kami tak bisa memohon kalian mentakjubi Muhammad.
10. Izinkan jua kami, membaca dengan berkaca-kaca betapa indah Surat dalam Quran yang berjudul Maryam. Gadis tersuci sepanjang zaman.
11. Najasyi Habasyah & Uskup-uskupnya, juga para Patriarkh Najran menitikkan airmata, dibacakan Surat Maryam. Berkenankah kalian jua?
12. Ini sungguh bukti bahwa Allah, Nabi, & Al Quran kami mengajarkan pemuliaan nan mengharukan pada Maryam & 'Isa yang tiada duanya.
13. Termuliakanlah 'Isa dengan penciptaan & kelahiran nan ajaib yang bagi kami begitu agung sebagaimana penciptaan Adam. (QS 3: 59).
14. Termulialah 'Isa nan bicara dalam buaian. Salam sejahtera baginya di saat lahir, kelak diwafatkan, & nantinya dibangkitkan. (QS 19: 33)
15. Saudara Nasrani terkasih; kami mencintai 'Isa, Nabi & RasulNya. Ruh & kalimatNya, yang ditiup-tumbuhkan dalam rahim suci Maryam.
16. #Natal ini, kalian rayakan kelahiran 'Isa yang agung; tapi bagi kami tanggal 25 Desembernya agak membuat terkerut dahi bertanya-tanya.
17. Sebab Maryam nan sungguh berat ujiannya itu bersalin di saat kurma masak penuh tandannya. Kemungkinan itu Maret, bukan Desember.
18. Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah ditulis para Sejarawan, 25 Des itu hari kelahiran Janus & Mitra, Dewa Matahari.
19. Sungguhpun ingin rasanya syukuri lahirnya Rasul Ulul 'Azmi nan teguh hati; 'Isa, agak tak nyaman hati kami dengan hari pagan ini.
20. Sayangnya, hampir seluruh gereja sudah menyepakatinya, sampai seorang Sejarawan memelesetkan 'Son of God' sebagai 'Sun of God'.
21. Itulah awal-awal yang membuat kami berat hati untuk ucapkan Salam Natal. Ini harinya Janus & Mitra. Bukan harinya 'Isa, kawan terkasih.
22. Tentu tradisi ribuan tahun dengan salju & cemara, pohon sesembahan pagan Eropa itu tak bisa kami paksa untuk diubahkan seenaknya.
23. Tinggal kini, dalam hasrat hati tuk membalas penghormatan yang kalian berikan di 'Idul Fitri & Adhha, kami kan simak para 'ulama.
24. Sungguh, agama ini memerintahkan untuk membalas tiap pemuliaan dengan penghargaan yang lebih baik, minimal senilainya. (QS 4: 86)
25. Yang disepakati para 'ulama atas keharamannya adalah keterlibatan dalam segala yang bernilai ritual & ibadah. Pun jua Fatwa MUI.
26. Jika keterlibatan dalam kegiatan Natal nan bersifat ibadah & ritual disepakati haramnya, para 'ulama ikhtilaf pada soal ucapan selamat.
27. Yang membolehi selamat Natal al Dr. Musthafa Az Zarqa, Dr. Yusuf Al Qaradlawy; menyebut tahniah tak terkait dengan ridha atas 'aqidah.
28. Tahniah Natal, kata keduanya; bisa menjadi da'wah sebagaimana Ibrahim bicara tentang tertuhannya bintang, bulan, mentari. (QS 6: 77-83)
29. Oh iya, QS 6: 77-83 TIDAK berkisah tentang 'Ibrahim Mencari Tuhan', tapi 'Ibrahim Berda'wah', demikian ditegaskan Al Qurthuby.
30. Maka tahni-ah Natal yang diikuti komunikasi intensif sebagaimana dilakukan Ibrahim pada penyembah bintang, bulan, mentari adalah indah.
31. Dr. Abdussattar memberi catatan kemubahan tahni-ah Natal ini dengan kehati-hatian memilih diksi. Doa menuju hidayah lebih dianjurkan.
32. Adapun Al 'Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA (Kerajaan Saudi Arabia), dll cenderung mengharamkan tahni-ah Natal tersebab hal itu sama dengan meridhai 'aqidah keliru.
33. Jadi ikhtilaf 'Ulama terkait tahni-ah Natal ini ada di ranah pemaknaan kalimat ucapan tersebut. Masing-masingnya lalu mengajukan dalil.
34. Ulamapun berfatwa sesuai konteks di seputarnya, tentu ada perbedaan lingkungan sosial nan melatarbelakangi fatwa nan tak sama.
35. Lajnah Fatwa KSA & Al Utsaimin menjawab di negeri yang nyaris tiada Nasrani. Al Qaradlawy&Az Zarqa berfatwa tuk masyarakat majemuk.
36. Bagaimana sikap atas beda fatwa ucapan Natal? Kata Asy-Syafi'i, Al Khuruj minal Ikhtilaafi Mustahabb: keluar dari selisih itu disukai.
37. Dengan jernih hati & mengukur kapasitas diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-duanya. Ada keadaan-keadaan yang harus dicermati.
38. Ikhtilaf ahli ilmu insyaaLlah menjadi kemudahan bagi kita untuk beramal yang tak sekedar benar, melainkan juga tepat & cerdas.
39. Akan ada yang menghajatkan fatwa Al Qaradlawy & Az Zarqa, al; di wilayah muslim minoritas, keluarga majemuk nan erat hubungan dll .
40. Akan ada juga yang hajatkan fatwa Al 'Utsaimin pada posisi memelihara 'izzah agama. Misalnya Raja KSA sebagai Khadimul Haramain.
41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN mengamalkan pendapat kami atau tidak. Melainkan mengetahui bagaimana kami menetapkannya.
42. Dan adalah dosa; mengatasnamakan 'ulama tuk haramkan sesuatu; padahal mereka tidak; cermati misalnya Fatwa MUI ini: http://media.isnet.org/antar/etc/NatalMUI1981.html
43. Mengamalkan atau tak mengamalkan; jauh lebih ringan dari soal menghalalkan & mengharamkan; karena ia adalah haq Pembuat Syari'at.
44. Sebab itu; para 'Ulama mengistilahkan beda pendapat Fiqh dalam dimensi SHAWAB (tepat) & KHATHA' (keliru), bukannya HAQ & BATHIL.
45. Maka dengan ilmu memadai, mari beramal terbaik bagi iman kita pada Allah, bagi misi kita sebagai ummat terbaik di tengah manusia.
46. Demikian bincang Natal. Semoga tak kecewa karena jawabnya tak satu. Sebab Salim, terlalu bodoh untuk lancang mentarjih ikhtilaf Ulama;)
*sumber: http://www.donasidakwah.com/2011/12/kultwit-ustadz-salim-fillah-tentang.html?m=1
___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
by : alimoel
Dedhi Suharto
Penulis buku Qur'anic Quotient & Negarawan Qur'ani
___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia
Dedhi Suharto
@dedhi_suharto
Penulis buku Qur'anic Quotient & Negarawan Qur'ani
- Bismillahirrahmanirrahim, selain kemampuan 'baca' yang hebat, generasi awal umat Islam hebat karena kemampuan 'gerak' mereka. Proaktif.
- Begitu mereka masuk Islam, mereka tak tinggal diam. Mereka segera bangkit dan gerak.
- Setidak2nya mereka tergerak bertanya,"Apa tugas saya ya, Rasulullah?" Begitu dijawab tugas Rasul jadi tugas mereka juga, mrka membantu.
- Tercatat Sa'ad bin Abi Waqash ra masuk Islam oleh gerak dan ajakan Abu Bakar Ashshiddiq ra.
- Mereka tidak menunggu Al Qur'an selesai diturunkan semuanya, tapi mereka gerak dengan beberapa ayat yang telah mereka pahami dan imani.
- Tentu terkadang mereka keliru dlm bertindak. Tetapi 'berkah' gerak lebih besar dibandingkan akibat kekeliruan. Bukankah Allah Maha Pemaaf?
- Lagi pula mereka selalu hati-hati dlm bertindak. Ini meminimalkan kekeliruan gerak. Dan mekanisme syura semakin meminimalkan kekeliruan.
- Jadi, mereka mengambil jalan pertengahan. Tidak gegabah dan tidak takut keliru. Karenanya mereka mampu gerak.
- Mereka menyadari bahwa dalam gerak terbuka kesempatan dan peluang. Terbuka rezeki u mereka. Juga rezeki hidayah untuk umat manusia.
- Suasana rabbani yg Allah SWT anugerahkan kpd mereka berupa suasana belajar plus mengajarkan al Qur'an, jg mminimalkan kekeliruan gerak.
- Dmkianlah, para sahabat secara dinamis terus gerak. Seprti air yg selalu mencari tempat yg rendah. Seperti angin yg menerobos dedaunan.
- Karakter gerak ini menunjukkan mereka sebagai aktor kehidupan. Karenanya Allah SWT berikan panggung kehidupan sebagai umat terbaik.
- Dengan karakter gerak, mereka terbebaskan dari peran penonton, yang hanya bisa bersorak atau ikut sedih bila aktornya sedih.
- Dengan karakter gerak, mereka terbebas dari peran pengamat, yang sok tahu padahal belum tentu mampu.
- Mrk amalkan QS At Taubah ayat: Dan katakan: Bekerjalah kalian niscaya Allah, Rasulullah, dan orang2 beriman melihat kerja kalian.
- Perhatikanlah kekuatan gerak yg mengalahkan kata2. Saat para sahabat tak berkenan dgn perintah Nabi SAW u tahallul dan sembelih qurban.
- Ummu Salamah ra menasihati suaminya (Nabi SAW): Silakan kakanda keluar, lalu bertahallul, dan sembelih qurban.
- Tanpa kata Nabi SAW gerak dgn keluar kemah, bertahallul, dn sembelih qurban. Para sahabat tersentak. Mrka pun trgerakkan u mncontohnya.
- Gerak menunjukkan kesungguhan. Karena itu ia menggerakkan siapa saja yang menyaksikannya. Dan menggerakkan pertolongan datang.
- Karena itu bila Anda dan komunitas Anda terjangkit penyakit diam, waspadalah. Tiada kemenangan kecuali bersumber dari gerak.
___________ posted by: Blog PKS PIYUNGAN - Bekerja Untuk Kejayaan Indonesia