Latest News


More

Posted on : Minggu, 14 Juni 2015 [0] comments Label:

Aher Raih KNPI Award 2015

by : alimoel


JAKARTA – Atas keberhasilannya memberikan prestasi kepada pemuda, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meraih KNPI Award 2015. Penghargaan ini diberikan oleh Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di The Media Hotel & Tower, Jakarta pada Jumat malam (12/6).

“Sesuatu yang tidak pernah saya berharap, tidak pernah saya tahu. Tiba-tiba saya diundang pada acara ini, agak mengagetkan juga,” aku Aher saat memberikan sambutan usai diberikan tropi.

Menurut Aher, pemuda memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah bangsa ini. Hal tersebut terbukti dengan lahirnya Sumpah Pemuda yang merupakan akar (sumber) dari kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia saat ini.

“Sedemikian hebatnya founding father kita (Soekarno-Hatta) dengan alat komunikasi yang seadanya pada saat itu, luar biasa Sabang sampai Merauke bisa disatukan tanpa ada persoalan yang berat. Padahal ribuan etnis, kepulauan, alangkah hebatnya,” papar Aher.

“Dan akar kehebatannya-meski dua orang (Soekarno-Hatta) ini paling hebat, tapi akar kehebatannya adalah akar saat dimana pemuda-pemudi Indonesia mendeklarasikan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa yaitu Indonesia. Ternyata kehebatan Soekarno-Hatta pun ilhamnya dan akarnya ada pada pemuda Indonesia,” tambah Aher.

Untuk itu, Aher pun mengajak kepada sekitar 1.000 peserta Rakernas I KNPI dari seluruh Indonesia yang hadir, untuk merajut masa depan bangsa dengan menghadirkan pemuda-pemuda hebat untuk Indoensia hebat.

Selain Gubernur Jawa Barat, KNPI Award tahun ini juga diberikan kepada mantan Ketua Umum KNPI Abdullah Puteh, serta Dolly Kurnia. Selain penghargaan, dalam pembukaan Rakernas ini juga dilakukan penandatanganan MoU antara KNPI dengan Basarnas.

Pada Rakernas I KNPI ini mengambil tema “Meretas Jalan Baru Pemuda: Menuju Indonesia Mandiri”. Rakernas akan digelar mulai tanggal 12-14 Juni 2015. Rakernas ini sebagai tindak lanjut dari Kongres KNPI di Papua beberapa waktu lalu, yang bertujuan untuk merumuskan arah dan program kerja yang akan dilaksanakan kepengurusan KNPI baru.

“KNPI sangat mendukung pemerintahan yang sah menurut undang-undang. Namun dengan tetap memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah,” ungkap Ketua Umum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus dalam
sambutannya.

Hadir pula pada kesempatan ini Kepala/Perwakilan Basarnas, jajaran pengurus DPP KNPI, Ketua DPD KNPI Tingkat 1 se-Indonesia, serta para Ketua OKP.


Sumber : Humas Pemprov Jabar
Posted on : Rabu, 10 Juni 2015 [0] comments Label:

Kapan Boleh Berputus Asa?

by : alimoel
ilustrasi
 Jika ditanya masalah, setiap orang pasti mempnyai masalah. Bisa dikatakan bukanlah manusia jika tak punya masalah. Dan bisa jadi masalah itu menyangkut keberlangsungan hidup mereka. Pada umumnya mereka sudah mengetahui penyelesaian masalah yang mereka hadapi. Hanya saja butuh keberanian untuk mengambil keputusan yang sudah ada.
Rasa nya ingin lari, bahkan sering mencari solusi alternatif, padahal dia tahu bahwa solusi utama yang dia dapat adalah pemecah masalah terbaik. Bedakan antara sudah tak ada jalan keluar dengan lari dari solusi yang ada. Hidup memang butuh keberanian, bahkan jika menyangkut hal pribadi, diri ini jarang memutuskan dengan lantang.
Bercerita pada orang terdekat pun enggan, karena khawatir masalah yang kita hadapi ternyata tak ada apa-apa nya. Lalu sampai kapan diri ini akan seperti ini? Melangkah ke kiri atau ke kanan, tak ada yang jelas.
Silahkan kau berputus asa. Itu tanda bahwa kau siap untuk selalu dikejar masalah yang tak pernah kau selesaikan.
Silahkan kau berputus asa. Baguslah kini kau sudah mulai melatih keberanian mu,tapi ingatlah singa yang ganas tak akan mampu bertahan ditengah gurun pasir yang gersang. Begitupun dengan keberanianmu tak guna jika hanya untuk melarikan diri.
Silahkan kau berputus asa. Jika memang seluruh kemampuanmu sudah kau keluarkan, namun jika dalam prosesnya ternyata kau bisa berusaha lebih baik. Rugilah keputusasaanmu.

Lalu, kapan boleh berputus asa?

Berputus asa lah hingga Allah yang memberhentikan segala usahamu, ikuti setiap hasilnya. Hingga akhirnya tak ada yang bisa kau lakukan. Selain menangis dan meminta kekuatan pada Sang Khalik.

Kawan, yakin itu bukan perkara mudah namun bukanlah perkara yang mustahil. Biarkan ketenangan menghampiri mu dengan cara Nya. Yakinlah pada Nya, setiap usaha ada hasilnya dan itulah yang terbaik.
Insya Allah, Dia akan memberi jalan dari arah yang tak disangka-sangka.
(Ipah)
Posted on : Selasa, 09 Juni 2015 [0] comments Label:

TETANGGA MEMANG BEGITU

by : alimoel
.

Sejatinya, tetangga itu adalah yang tinggal 40 rumah kekiri, kanan, depan dan belakang rumah. Kalau yang tinggal di gang sempit, itu mencakup satu RT. Tak salah bila dikatan Rukun Tetangga karena memang jumlah umpinya kira2 segitu.

Tetangga adalah orang yang istimewa karena interaksi yang mungkin bisa dikatakan selama 24 jam. Bahkan Rasulullah meletakan posisi tetangga pada posisi yang istimewa. “Jibril senantiasa bewasiat kepadaku agar memuliakan (berbuat baik) kepada tetangga, sampai-sampai aku mengira seseorang akan menjadi ahli waris tetangganya”
(HR. Al Bukhari no.6014).

Dakwah yang terbaik bisa jadi dimulai dari sini, dari interaksi dengan tetangga. Sebab tak perlu kemampuan orasi dan kefasihan dalam mengurai ayat suci, tetangga akan mendengar dan melihat keseharian dalam tingkah dan akhlak seseorang. Bisa jadi ada orang yang terkenal sebagai Da’inasional, tetapi dengan tetangga tidak dekat. Pantaslah bila kita meneladani dua orang tokoh kita ini. Mereka berdua di kenal oleh warga sebagai oarang yang banyak membantu warga dan aktif dalam berbagai bidang. Mereka berdua bukan orang yang kaya, tetapi sumbangsihnya terhadap warga bisa menjadi tauladan kita semua.

Akh Muksin dan Akh Arvendra adalah ketua RW di rumahnya masing-masing. Tidak mudah untuk menjadi RW dan mendapat kepercayaan dari warga. Jikapun keduanya terpilih sebagai ketua RW, pastii ada yang istimewa dari keduanya. Akh Muksin bahkan belum genap 5 tahun jadi warga di tempat barunya, tetapi sudah dipercaya jadi ketua RW. Mungkin ayat ini bisa jadi jawaban :

 “Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” (QS. An Nisa: 36).

Ya, berbuat baik kepada tetangga adalah perintah Allah. Memberi manfaat kepada tetangga adalah aplikasi dari keimanan.  Memang tak harus kemudian jadi ketua RW atau RT, tetapi sikap baik pada tetangga, adalah bekal untukn surga anda.

Bertetangga memang harusnya begitu.
by : alimoel
Doc. PKS Kota Bandung


MEDAN --  Fenomena batu akik yang  melanda Indonesia sekarang ini mendongkrak perekonomian masyarakat, dan mendukung program pemerintah untuk menciptakan pengusaha baru. Ini disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasio al Daerah (Dekranasda) Jawa Barat Netty Heryawan ketika mengadakan kunjungan balasan ke Dekranasda Sumatera Utara, Jumat (5/6).

"Kunjungan ini disamping untuk bersilaturahim membina kebaikan serta dalam rangka menunaikan amanah, semangat dan komitmen untuk turut mensejahterakan masyarakat," jelas Netty dalam sambutannya.

Mengenai fenomena batu akik, Netty berharap fenomena batu akik tidak bisa bertahan lebih lama tidak seusia pohon anthurium yang pernah booming harganya mencapai ratusan juta rupiah tapi hanya berlangsung kurang lebih satu tahun. 

Netty menceritakan pengalamannya ketika peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika di gelar di Bandung bulan April lalu, dirinya menghadiahi tamu negara delegasi KAA berupa boloties atau dasi koboy terbuat dari batu akik hasil karya salah seorang ahli geologi dari Bandung, ternyata cinderamata tersebut sangat disukai, sehingga saat ini kebanjiran pemesan.

Oleh karena itu Netty menilai fenomena batu akik, pemerintah tidak  perlu terlalu memproteksi namun  harus terus dibina dan dibantu perkembangkannya, selama dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Sebelumnya  Kordinator Humas Dekranasda Sumut Jumsadik Damanik saat menerima rombongan Dekranasda Jabar, yang didampingi Kepala Dinas Koperasi Siregar menjelaskan bahwa  beberapa daerah di Sumut mempunyai potensi batu akik  seperti di Langkat, Nias, Sibolga. Dijelaskannya, walaupun mungkin tidak sebagus batu akik dari daerah lain di Indonesia namun fenomena batu akik telah mendukung salah satu program Sumatera Utara yaitu menciptakan 60.000 pengusaha pemula dan target tersebut segera tercapai.

Namun demikian, tambah Damanik, bukan hanya kuantitas yang menjadi target kualitas pengusaha pemula tersebut terus dibina dan ditingkatkan, bantuan permodalan juga dipermudah namun masalahnya saat ini adalah akses pemasaran.

Agenda Dekranasda Jabar berikutnya akan mengunjungi beberapa perajin di Sumut seperti perajin tenun ulos dan songket, pengrajin sulam kruistik, pengrajin sepatu kulit dan pengrajin batu.

by : alimoel
PKS Kota Bandung

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melepas peserta Roadshow Jabar Ngahiji dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-22 tingkat Provinsi Jawa Barat di halaman Gedung Sate. Jumat (5/6). 

Dalam sambutannya, Aher mengatakan peringatan Harganas ini agar dijadikan momentum untuk membangun keluarga yang ideal, yaitu keluarga yang harmonis, damai, mengasihi anak dan pasangannya, termasuk menghindari timbulnya kekerasan dalam rumah tangga.

“Oleh karenanya mari kita lakukan secara terus-menerus penyadaran baik pada diri kita maupun keluarga mengenai arti pentingnya ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai rintangan," ujarnya.

Ia menambahkan, Harganas ini tidak dipandang sebagai agenda tahunan saja, namun dapat dijadikan wahana untuk lebih memotivasi seluruh pemangku kepentingan terkait agar terus berupaya bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Aher berharap, melalui kegiatan roadshow ini peserta dapat mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bagaimana membangun keluarga yang di cita-citakan oleh bangsa dan Negara.

Roadshow Jabar Ngahiji ini akan menempuh perjalanan selama dua hari dengan titik awal di Gedung Sate melewati Kabupaten Bandung Barat, Cianjur dan berakhir di Sukabumi. Peserta berasal dari BKKBN Perwakilan Jawa Barat, dan Organisasi Perangkat Daerah di Pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

Posted on : [0] comments Label:

Aher Resmikan Portal Informasi Harga Pangan

by : alimoel
Doc. PKS Kota Bandung

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membuka acara Silaturahmi Ulama Se-Jawa Barat di Gedung Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Bandung, Jumat (5/6). Acara yang digagas oleh Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) Jabar ini bertujuan memberikan pembekalan kepada para ulama mengenai pengendalian inflasi dan dampaknya terhadap masyarakat. 

Kelak, para ulama dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat melalui ceramah, tausyiah, kultum dan media lainnya untuk dapat mengendalikan konsumsinya. Sehingga pada saat yang bersamaan dapat berbagi kebahagiaan dengan fakir miskin dan yatim piatu terutama memasuki Bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Menurut Aher, hari besar keagamaan seperti Idul Fitri seringkali menjadi momentum dimana harga kebutuhan pokok naik yang mengakibatkan inflasi. “Untuk itu Pemprov Jabar bersama BI (Bank Indonesia) mengajak ulama se-Jawa Barat untuk ikut berkontribusi menyampaikan pentingnya pengendalian inflasi melalui pola pengaturan konsumsi masyarakat”, ujarnya. Aher menambahkan, ulama merupakan sosok penting yang dipandang dan didengarkan oleh masyarakat.

Selain itu, Aher berkesempatan meresmikan fitur Early Warning System (EWS) Portal Informasi Harga Pangan. EWS merupakan alat pendeteksi dini pengendalian inflasi terhadap lonjakan harga komoditas strategis. Sistem kerja EWS ini adalah dengan memberikan peringatan kepada pihak terkait pada saat terjadi perubahan harga yang signifikan. Dengan adanya fitur ini diharapkan para pemangku kebijakan dapat lebih dini mengetahui potensi terjadinya inflasi sekaligus mengambil langkah dalam mengantisipasinya.

Kegiatan silaturahmi yang merupakan agenda tahunan FKPI ini dihadiri oleh sekitar seribu orang, terdiri dari individu maupun komponen seperti DKM, MUI, Pimpinan Pondok Pesantren, Pemuka Agama dan Perwakilan Kantor Kementerian Agama. Turut hadir pula OPD dan Muspida Jabar serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah tingkat Provinsi dan Kabupaten/ Kota.