Latest News


More

Alasan menolak Jupe manggung

Posted by : alimoel on : Kamis, 01 Desember 2011 0 comments
alimoel
Saved under :
Akhir pekan ini selentingan kabar bahwa Julia Perez (disingkat Jupe) akan melakukan pertunjukan di kota Bandung. Telah ditegaskan sebelumnya ada beberapa artis yang sempat ditolak manggung di Bandung. Ini berangkat dari slogan kota Bandung sendiri yaitu kota agamis, telah dirumuskan oleh kaukus ulama sekota Bandung bahwa beberapa artis yang selalu tampil seronok di panggung akan ditolak tampil disini.


Namun ada anomali sekarang, sikap pemerintah kota Bandung kelihatan melunak. Tidak berkata tegas seperti dulu waktu menjelang Pilkada didepan para ulama sekota Bandung... Walikota Dada Rosada tegas-tegas menolak Jupe. Sekarang dari pernyataannya seolah-olah membolehkan kembali. "Kita tidak melarang orangnya, tetapi yang kita larang itu penampilannya, gerakannya yang erotis dan pakaiannya yang seksi," kata Dada kepada wartawan di Bandung, Kamis. Dada hanya berharap Jupe tidak menampilkan pakaian dan goyangan seronok yang biasa ditampilkannya.


Padahal, apa yang selama ini menjadi modal Jupe untuk tampil didepan massa? Apa yang membuat setiap penampilannya kelihatan "menjual"? Bukankah dengan penampilan sensual yang menggoda penonton? walaupun suara yang pas-pasan tapi banyak yang menonton... inilah daya tarik Jupe dari penampilan yang seksi. Kalau ini dicegah apa yang akan ditampilkan olehnya? mungkinkah Jupe tampil bak Siti Nurhaliza yang tampil anggun dan sopan tanpa ada goyangan menggoda? rasanya tidak mungkin.


Lantas himbauan Dada Rosada apa artinya? tentu tak akan berarti apa-apa.... Ketidaktegasan pemerintah kota Bandung ini sangat disayangkan masyarakat. Teknik Pencitraan ketika masa-masa Pilkada sungguh menciderai kepercayaan Alim Ulama khususnya serta masyarakat kota Bandung pada umumnya. Masih ingat ketika Jupe hendak mencalonkan menjadi Wakil Bupati Pacitan? Penampilannya berubah drastis 180 derajat dari sebelumnya yang selalu menampilkan lekuk-lekuk tubuhnya yang kemudian berganti berbusana terusan ditambah kerudung yang tampak manis menempel dikepala. Sejak semula aktivis perempuan di Pacitan menolak tegas pencalonan Jupe, bahwa Jupe pasti akan merusak moral anak-anak muda. Ternyata memang benar... penampilan itu hanya kamuflase semata, selepas tidak jadi pencalonan dirinya, Jupe kembali berpakaian sensual malah mungkin lebih berani dari sebelumnya.


Seandainya pihak manajemen Jupe berjanji penampilannya kali ini di kota Bandung tidak akan seronok dan sensual, apa mungkin citra yang melekat pada Jupe sebagai "Bom Seks" berubah begitu saja? Moal....